Dua bersaudara bekerja bersama-sama di ladang milik keluarga mereka
yang
seorang telah menikah dan memiliki sebuah keluarga besar, yang lainnya
masih lajang. Ketika hari mulai senja, kedua bersaudara itu membagi
sama
rata hasil yang mereka peroleh.
Pada suatu hari, saudara yang masih lajang itu berpikir, “Tidak adil
jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh, aku masih lajang
dan kebutuhanku hanya sedikit.” Karena itu, setiap malam ia mengambil
sekarung padi dari lumbung miliknya dan menaruhnya dilumbung milik
saudaranya.
Sementara itu, saudara yang telah menikah itu berpikir dalam hatinya,
“Tidak adil jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku
punya istri dan anak-anak yang akan merawatku dimasa tua nanti,
sedangkan saudaraku tidak memiliki siapapun dan tidak seorangpun akan
peduli padanya pada masa tuanya.” Karena itu, setiap malam iapun
mengambil sekarung padi dari lumbung miliknya dan menaruhnya di lumbung
milik saudara satu-satunya itu.
Selama bertahun-tahun kedua bersaudara itu menyimpan rahasia itu
masing-masing, sementara padi mereka sesungguhnya tidak pernah
berkurang. Hingga suatu malam keduanya bertemu dan barulah saat itu
mereka tahu apa yang telah terjadi. Merekapun berpelukan.
Moral of this story: Jangan biarkan persaudaraan rusak karena harta,
justru pereratlah persaudaraan tanpa memusing-kan harta.
Jumat, 30 Januari 2009
Dua Orang Bersaudara
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar